Minggu, 19 Desember 2010
The drunk driver had taken all this away from him.
Kamis, 16 Desember 2010
Ingin Terulang... ^_^
Selasa, 14 Desember 2010
Sabtu, 11 Desember 2010
Best Friend Ever...
kali Ini saya mau menceritakan satu sahabat saya, Yang satunya nyusul :p CITO soalnya !
Sahabat saya yang ini sudah menikah , tepat 1 tahun yang lalu, ketika dia umur 20. dan hidup dengan suami nya dan 1 anak jagoannya. Setelah menikah, dia pindah ke Jakarta. Yang sempet bikin kita sama sama sesenggukan, :( detik detik menjelang pernikahan dia adalah detik detik tersusah dalam sejarah persahabatan kita.
Entah dari mana awalnya kita saling kenal, Saya sudah lupa. Itu sudah bertahun tahun lamanya.
Entah sejak kapan awal kita saling komunikasi di telp berjam jam lamanya, bahkan disaat saya Lagi Insomnia, dan telp dari jam 9 sampe Shubuh, bahkan terkadang kita tertidur dengan handphone yang masih menyala :) I really miss that moment.
Tak terhitung berapa kali dalam sehari kita komunikasi, bisa sampe 20 kali, dan sekali telp paling sedikit 30 menit dan rekor terlama kita 9 Jam telpon Non stop :p .
Bayangkan apa yang bisa diomongin dalam 9 Jam. Mungkin dengan orang lain saya akan bosan, tapi entah dengan dia ada aja bahan omongan, dan rupanya dia berpendapat seperti itu juga dengan Saya.
Belum lagi kalo kita Jalan Bareng dan Ketemuan. Selalu aja ada hal Konyol, yang sampe sekarang masih ngebuat saya Ketawa. Ada banyak kenangan dengannya.
Di saat bersahabat dengannya, ada banyak "hujan" yang datang dan pergi. Begitu juga dengannya. Dan yang lucu adalah bahwa Saya selalu membenci Pria yang ada dihidupnya, dan begitu juga dengan dia selalu menemukan bahan untuk mengomel dan memarahi Pria saya saat itu. Mungkin kita sama sama Jealous, Kita sama sama takut dengan adanya Pria yang ada di hidup Kita akan semakin mengurangi kedekatan kita.
Saya mengalami banyak kejadian dengannya, Kita bahkan punya 1 musuh yang sama :)
diawali dengan Kakanya yang meminta saya untuk menjadi orang special di hatinya, sedangkan saya yang saat itu dilema dan tidak bisa begitu saja menerima dia, ada perasaan canggung antara saya dan sahabat saya, walaupun dia pengertian dengan saya yang waktu itu sudah dimiliki oranglain, Ternyata. Musuh kita akhirnya memiliki hubungan khusus dengan kaka sahabat saya. ( Dan Ini, sampai sekarang ) Saya lupa kenapa saya dan sahabat saya tidak suka dengan cewe ini, mungkin karena dia iri dengan persahabatan kita jadi dia berusaha menghancurkannya, dan yang kedua dia tidak suka pria yang dicintainya pernah menyukai saya.
Masalah yang kita lalui lebih banyak dalam masalah cinta :) beberapa kali saya bermasalah dengan pria saya waktu itu, dan dia yang selalu men support ( untuk Putus :D ) dan begitupun dengan saya, kami benar benar sedih apabila ada diantara kami yang memiliki Pacar. So sweet ya
Saya sering main kerumahnya, begitu juga dengan dia. Dirumah kita bisa main apa aja, heheh tapi waktu emang terasa cepat kalo bersamanya, Kita masak masak, bikin makanan baru, Ketawa, yah pokonya banyak lah. Satu kata yang selalu muncul saat mengingat persahabatan kita adalah Tawa :)
Kita suka ke Pesta bareng, karena kita emang sama suka pesta, dari mulai Sunatan, :D, Lepas Lajang, Wedding dll. and we always Rock the Red Carpet. ;)
Bersahabat dengannya seperti memiliki saudara perempuan, saya bahkan sudah menjadi bagian dari keluarganya begitupun dengan dia.
Kita dulu punya khayalan, tidak ada satupun dari kita menikah tanpa satunya menikah :D bahkan kita merancang satu pernikahan yang Indah dengan 2 Pasangan.
Bahkan kita ngebayangin rumah kita nantinya sebelahan, jadi walaupun kita menikah kita tetep akan deket.
Tapi rupanya, jodoh untuknya datang. Dia yang emang lebih tua dari saya harus menikah duluan
ketika dia dilamar Pria, saya adalah yang terakhir tau :)
bahkan saat itu dia sempat bimbang, dia ingin menepati janji dengan saya :) Konyol ya.
Tapi tentu saja, saya merelakan :p ( kaya apaaa ajaaa.. ) tapi emang iya, berat bgt. Saya merelakan dia dengan orang yang sekarang menjadi suaminya. Untuk pertama kali Saya berusaha menerima dan menyukai kehadiran orang yang akan menjadi calon suami sahabat Saya.
Detik detik menuju pernikahannya adalah detik detik tersusah di Persahabatan kita.
Wajar emang, apabila keraguan akan datang seiring pernikahan, dia meragu dengan pria yang akan menjadi suaminya. Saya bekerja ekstra keras, untuk membuat pikirannya On the track, dan tidak ke Pria lain :( .
Di detik detik pernikahannya, Saya Jatuh Sakit.
saya Opaname di Rumah sakit, dan dari cerita orangtua saya, dia menangis dan mengajak saya Ngobrol dan bercanda di samping tempat tidur saya, walaupun saya yang saat itu sedang "tidur panjang" tidak akan menjawab obrolannya.
Suami nya pernah bercerita dengan Saya, disaat saya sakit, disaat itu dia pertama kali sangat jealous dengan saya, begitu besar efek saya di hidup sahabat saya, dia bisa begitu hancur mendengar kabar saya sakit, bahkan dia sempat bertanya " Apa nanti di saat Saya sakit Kamu akan menangisiku seperti Ini ? "
Di hari pernikahannya, saya masih sakit, walaupun sudah enakan sih, Saya merengek rengek dengan oranngtua saya agar saya dapat ikut di pesta nya.
Saya melihatnya :) memakai baju ala eropa itu, warnanya putih. Indah. dan disampingnya ada seorang pria yang akan menemani dia selamanya. Saat itu emosional sekali.
Dan ketika saya memberi selamat dengan dia dan suaminya, kita sempat menangis, :) dan dilihat dengan beratus ratus pasang mata di gedung itu.
Persahabatan itu masih ada sampai sekarang, sampai kapanpun, akan abadi. Hanya saja Porsi saya sebagai sahabat sudah menjadi Bagian kecil dalam hidupnya. Dan saya menyadari itu :)
Jadilah saya sendiri, tanpa sahabat. :) hanya ratusan bahkan ribuan dan saya harap akan menjadi Jutaan teman.
Tidak ada lagi telpon 9 jam bersamanya, tidak ada lagi ocehan ocehan lucu yang akan selalu saya bagi dengannya, tidak ada lagi Helda dan Sahabatnya yang selalu ada di Party. Tidak ada lagi orang yang menelpon tengah malam kadang menangis karena sedang ingat dengan Papanya yang sudah tiada, Tidak ada lagi orang yang selalu menjadi teman dalam merayakan Valentine dan Ulangtahun selain dia, bukan malah dengan pria saya waktu itu.
Saya Kangen.
Dan Saya Yakin Pria yang kamu pilih untuk menyempurnakan Sunnah Rasullah akan menjadi teman Hidup selamanya.
Dan semoga Jagoan mu :) akan menjadi anak yang sholeh dan berbakti, berguna bagi orang banyak. Dan semoga Akan ada langkah langkah Comel Lainnya yang segera mewarnai lantai rumahmu yang jauh disana.
Saya Kangen Sahabat.... :'(
Saya Telpon Kamu sekarang ya....
Calling.....
Lovely Sista
Selasa, 07 Desember 2010
Ya Allah...
Dengan Segala Rasa Sakit dan Ketakutan
Aku Yang Hina Ini Merindu Mu.
Di Malam yang terasa dingin dan Mencekam.
Gemetarnya semakin Hebat Ya Allah...
Peluk Aku .. Seharian.
Hingga Rasa Takut dan Sakit Ini hilang.
Jangan Lepaskan aku dari Pelukmu,
Hingga Sampai nanti Tiba waktunya
Dimana Aku akan pergi untuk berada di sisimu
Minggu, 05 Desember 2010
Jumat, 03 Desember 2010
Chit-Chat
Helda : "Ma, Kenapa anak anak harus sekolah TK? "
Mama: " Ya Supaya Pinter, Supaya Punya Temen "
Helda : " Apa itu Teman ? "
Obrolan ini terjadi Ketika kira-kira saat Saya mau Sekolah TK. Disaat Saya diberi kebebasan untuk memilih dimana saya akan bersekolah :) , Iya.. Dari kecil saya memang dibiasakan untuk memilih segala sesuatu yang berhubungan dengan Saya. Yah diberi Pengarahan sih. Tapi Ujungnya tetap saya dilibatkan untuk memilih. Saya Bersyukur memiliki Orangtua seperti Orangtua Saya.
Saya suka membaca, suka menulis, bahkan sebelum masuk TK. Tapi Semangat sekolah Saya tidak seperti anak kebanyakan yang excited bgt waktu masuk TK.
Heheh Bisa dibaca sendiri dari dialog tadi, Saya yang dulu adalah orang yang Independen berusaha untuk mengerjakan semua sendiri, tidak perduli teman, Atau emang tidak punya teman :p . Saya tidak pernah main diluar bersama teman-teman. Saya tidak Suka. Bahkan Mama Papa saya mengundang beberapa anak temennya untuk bermain dengan Saya di Rumah. Saya Yakin Rumah Saya adalah Rumah Impian buat anak kecil manapun, Saya punya berbagai jenis mainan, Bahkan Sampai sekarangpun masih tersimpan Rapi ( Bahkan ada Berpuluh puluh yang Masih tersimpan di Dusnya dan belum pernah dimainkan ) . Saya Punya aturan sendiri dengan Mainan Saya, Saya hanya memainkan sebagian, sisanya saya simpan. begitu juga pada buku buku, Saya Mengatur nya menurut Urutan Abjad judulnya. Semua Barang Saya memiliki Nama, Dan nama yang berbeda tiap Barangnya. Lil bit Weird ya. =D . Itu sudah Saya lakukan semenjak Kecil.
Ketika Saya kecil, Saya penyendiri, tanpa teman, Saya anti Sosial, Saya tidak suka main diluar, Saya Nyaman dengan Kastil saya. Bermain sendiri. Karena Undangan mama papa, anak temen mereka suka main dirumah, Saya terpaksa. Saya sih sebenernya tidak suka.
Kenapa? karena mereka merusak aturan saya. Setiap mereka kerumah mereka menghancurkan aturan buku saya. Membuka semua mainan yang saya simpan baik baik, merusak dusnya. saya Bahkan beranggapan mereka itu Monster. =D Dengan sok dewasanya Saya mengatakan " Mereka bertingkah seperti Anak Kecil " hahahaa....
Sifat saya yang angkuh, Independen, dan Sombong ini baru muai berkurang ketika masuk SMP.
Bahkan sampai sekarang saya merasa sifat sifat ini masih ada, cuma terkurung di dalam :)
Saya Lebih suka mengerjakan tugas sendirian dari pada dengan kelompok. Kalau ada tugas kelompok pun, pasti Saya kerjakan sendiri.
Saya Males Buat main diluar, saya lebih suka pergi sendiri, atau bersama teman. Saya jarang curhat dengan teman, berusaha sedikit mungkin menyimpan rahasia dengan mereka.
Tetapi tetap membuat mereka merasa dekat dan Merasa Memiliki Rahasia Saya, Percayalah.. yang kamu ketahui tidak sampai 25% dari semuanya.
Walaupun begitu, Teman tetap penting menurut Saya. Memuaskan hasrat Sosial Saya.
Hanya saja, Saya tidak suka terlalu diatur, dan terlalu banyak orang mengetahui masalah pribadi saya. Saya hanya akan menceritakan sesuatu sesuai porsinya .
Beberapa orang mengatakan Saya Terlalu dewasa untuk anak seumuran saya.
Saya hanya mengatakan Saya dewasa karena Keadaan, karena semua peristiwa yang pernah terjadi dengan Saya.
Yah, katakan saja saya orang dewasa yang terjebak dalam tubuh gadis muda
Senin, 29 November 2010
Postingan Setengah Melek
**ngulet lalu tidur**
Sabtu, 27 November 2010
Kamis, 11 November 2010
Blurred..
saya bukan menyerah, saya hanya berhenti berusaha. Saya akan berhenti memaksakan diri. Bahwa tubuh saya sudah tidak kuat lagi menyangga keinginan saya.Saya tahu, itulah saatnya saya harus berhenti.
Kamis, 04 November 2010
Terlalu Singkat

bagiku malam ini hujan turun terlalu sebentar.
aku iri pada tanah itu, yang telah mampu melepas segala amburadul rindunya pada tetes air yang akhir-akhir ini mengunjunginya dengan tempo waktu yang nyaris sama. malam gerah, setiap hari, pada jam yang berdekatan.
aku iri pada tanah itu, yang mampu menyimpan rindunya dengan sedemikian baik di musim kemarau. menguatkan diri sebanyak hitungan waktu yang dilaluinya dengan sabar, dengan diam, dengan bertahan tanpa mengirimkan isyarat rindu.
kalau saja aku bisa menyimpan rinduku sedemikian rapat seperti tanah. maka pecahan kata ini tidak akan pernah sampai terbaca.
oleh kamu.
dan kepada kamu... rindu itu diakhirkan, diperuntukkan.
Jumat, 29 Oktober 2010
3 hari Bedrest....

Ya , sudah dari hari Kamis saya bedrest. absen dari segala aktivitas padat, walaupun awalnya saya sudah memiliki tekad bulat buat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa disaat tubuh lagi ngambek, tapi tetep aja, rupanya pengaruh orangtua lebih besar dihidup saya.
3 hari ngapain aja? heh.. kaya jadi kambing congek yang mo ngelahirin, ga ngapa-ngapain >,< rasanya paru paru, jantung, usus, hati, lambung dan semua organ tubuh saya berteriak "Rasain, belagu sih, dasar bodoh" Harusnya saya tahu tidak memaksakan kondisi dan ability untuk mencapai obsesi dan ambisi saya. 3 Hari bedrest cukup membuat orangtua saya panik, Entah kenapa setalah kejadian yang menimpa saya 2 tahun lalu membuat mereka jadi gampang panik dengan kondisi saya. Saat saya disekolah, mereka selalu texting saya untuk sekedar mengingatkan apa saya sudah makan dan bukan makan makanan yang aneh aneh ( tau sendiri, makanan di sekolah seperti apa. Ma,Pa. helda tidak suka makanan seperti itu )
Lucunya kepanikan itu tidak mendera orangtua saya saja, tapi juga sahabat, teman, keluarga, bahkan guru saya. sahabat saya akan amat panik kalau saya terlihat pucat, panas, atau keringetan. Mungkin kulit saya yang sedikit terang yang membuat dia salah paham dan menganggap itu pucat. Guru saya akan panik ketika saya sering ke UKS, dan meminjam minyak kayuputih. Padahal Saya hanya menggunakannya untuk menghilangkan gatal dikulit saya karena gigitan semut.
3 Hari bedrest ini, saya jadi sering mendengar " I'Ve told You Hel... " dari mulut orangtua saya. hanya saja kata kata dibelakangnya berbeda beda. seperti, jangan kecapean, jangan telat makan, jangan tidur malem malem, jangan banyak tingkah dll.. Iya ma pa,, helda tau. helda salah, helda cuma jenuh aja ma, helda cape. gimana bisa disaat semua tetap sama, sedangkan hanya helda saja yang berubah?, gimana bisa semua berubah begitu cepat? .
Ok, Next Topic.
Kemarin saya menerima Rapor, Ini suatu kelegaan buat saya karena papa yang mengambil rapor saya. Bukan mama. Mengambil rapor ala Papa, adalah datang kesekolah, bertemu wali kelas, basa basi sebentar, lalu pulang. membaca rapor saya dirumah, dan memuji saya, tidak peduli ada berapa nilai 7 disana. :)
beda dengan mama. Menerima rapor ala mama adalah berjam jam dihabiskan untuk membicarakan saya didepan walikelas. Mama akan membuka rapor saya didepan walikelas saya, membaca satu persatu nilai nilai disana, sambil menanyakan pertanyaan yang amat-sangat-tidakpenting-sekali. seperti " Apa helda suka usil disekolah? " Yang akan di iyakan dengan guru saya " iya bu, helda itu jail, usil tidak bisa diem blablablabla " Tipe pertanyaan lainnya adalah "Apa helda suka nakal? " Yang bukan hanya dijawab tapi juga di tunjukkan kartu pelanggaran saya, seperti dengan pedenya saya memakai seragam hitam di hari senin yang seharusnya berseragam putih putih, atau memakai baju biru di saat harusnya memakai baju pramuka :) bayangkan bagaimana mencolok nya saya, mungkin karena itu saya sangat dikenal disekolah, bahkan saya sering menemui adik kelas yang sok kenal, bahkan ada beberapa teman yang ngiri, ketika jalan dengan saya di sekitar sekolah, dan banyak sekali yang sekedar menyapa, padahal tidak satupun yang saya kenal. Bukannya saya lupa dengan aturan jadwal seragam disekolah, saya cuma ingin beda, kenapa? karena saya bosan terlihat sama, dan alasan lainnya adalah melawan aturan terkadang sangat menyenangkan :) ( yang ini jangan ditiru, big no no... ) Kemudian mama saya pasti nanya apa saya suka ngomong di kelas, suka mengkritik , ( padahal ini sudah jelas, dari mana saya mempunyai bakat cerewet ) yang kemudian akan langsung di iyakan lagi dengan guru saya " Iya bu, helda itu suka nyeletuk blablablabla"
Please deh ma.. pertanyaan pertanyaan ini tetap sama dari mulai awal saya sekolah, dari mulai saa TK. Udah tau kan, kenapa saya selalu worried kalau mama yang ambil rapor.
Saya bahagia dengan rapor saya. ada empat nilai 10. Iya, 10 di rapor... empat lagi... :) biasanya cuma 1 atau 2, itupun jarang. dan yang lainnya 9 dan 8 ada sih yang 7 :( tapi mata pelajaran tertentu saja, yang emang sama sekali tidak saya suka. Ternyata tidak sia sia saya mati matian belajar. :)
-Ok, yang ini abaikan :) -
Harusnya, banyak yang bisa saya lakukan selama 3 hari bedrest ini, saya sudah membuang 3x24 Jam saya :( saya bisa setidaknya menulis meneruskan cerita yang saya tulis yang sekarang sepertinya sudah mulai berlumut di harddisk, saya memang ingin menerbitkan, tapi bukan itu tujuan saya menulis dan menyelesaikannya, hanya karena beberapa orang yang curang dengan alibi meminjam lappie saya untuk sesuatu yang amat-sangat penting diam diam membaca tulisan itu memaksa saya untuk menyelesaikannya :), saya memang ingin melihat tulisan saya di rak rak toko buku, tapi lagi lagi saya berfikir, saya tidak mau menodai hal hal yang saya suka menjadi keharusan karena menggantungkannya sebagai profesi.
Saya tidak pernah akan menjadikan menulis sebagai profesi. Kalaupun buku saya diterbitkan saya tidak akan menuliskan nama saya sebagai penulis ( ini sudah saya terapkan di Mini book saya, tidak harus ada yang tahu siapa penulisnya :) ) Kalau bisa biar tempat nama penulis biasa ada saya kosongi dan bisa dituliskan nama siapapun disana, mungkin yang membaca buku saya bisa menuliskan namanya disana. Terserah, saya bahkan tidak keberatan ketika tulisan saya di copy dan di akui oleh orang lain, menurut saya itu tidak penting, bukannya yang penting adalah perasaan kita ketika menulis. Ya kan ?
3 Hari bedrest ini, harusnya saya sudah bisa merombak kembali blog saya. ya saya mau mengganti dekorasi nya, tapi tidak tahu mengapa, masih males :P banyak yang protes dengan latarnya yang hitam. katanya ngerusak mata . Apa iya ? :) trus diganti apa dong ?
sudah dulu ya..
Oya satu lagi...
mungkin alasan Saya menulis hanya karena suatu saat nanti ketika saat saya tiada, saya bisa meninggalkan sesuatu, meninggalkan jejak, dan membuktikan bahwa saya pernah ada, didunia ini, walaupun cuma sejenak.
di posting ini Saya melampirkan pic, buka hitam putih seperti biasanya. :) untuk menggambarkan rindu saya pada biru dan asinnya air laut. Mungkin, saya akan kembali menjadwalkan untuk mendatanginya lagi, dalam waktu dekat.
Happy WeekEnd.
-Hibernate-
Rabu, 27 Oktober 2010
Tunggu Ya..

Terlepas dari entah kamu apakan semua surat yang kualamatkan kepadamu, ternyata aku sudah melepas harapan menerima balasan yang datang bertuliskan namamu, bahkan menerima pengembalian surat-suratku.. paling tidak itu tandanya kamu pernah membacanya, bukankah aku bisa tahu dari bentuk amplop itu? Apakah masih amplop yang kukirimkan, atau kamu sudah menggantinya? Ataukah masih dalam keadaan licin bersih, pertanda kamu belum membuka atau membaca. Alangkah sedihnya jika begitu.
Lagi Lagi mencoba "menulis" dari sisi Pria :)
Malam Ini Bulan terang, langit tak berkabut, tapi tetap tanpa bintang. Bulan tanpa bintang sama saja bohong. Mama masih Ngomel, gara gara Saya yang bela belain maen Baseball, padahal kemarin habis maen basket habis-habisan. Ga kerasa Sudah 1 jam mama ngomel tentang bandel nya Saya, dan Malesnya Saya minum Obat. "Ma, aku bosan lihat Obat, Aku bosan minum obat. "
Senin, 25 Oktober 2010
Kata maaf yang takkan pernah tersampai..

Tuhan, terima kasih telah mengirim dia untuk saya.
dia yang sempurna dengan segala ketidaksempurnaannya.
dia yang nyata dan saya terlambat menyadari kehadirannya.
Dia yang memaafkan, sementara saya yang kesulitan menjaga hatinya agar tak kembali saya hancurkan.
Saya yang merasa tidak pernah bisa melindungi nya dari luka yang saya toreh.
saya yang berulangkali pergi, dan dia tetap disini, menunggu saya kembali dengan tangisan penyesalan, dan ribuan maaf..
Tuhan, terima kasih atas kesempatan ini.
bersama dia yang mengakuisasi hati, menawan pikiran,
yang selalu menjaga saya dari luka.
yang menopang saya dari sedih.
yang selalu ada ketika saya menangis.
yang selalu mendengarkan ocehan dan omelan saya.
yang selalu datang kemudian menangkap ketika saya jatuh.
Tapi, saya ingat semua milikmu, termasuk dia dan kehadirannya
maka jika menurutMu saya tidak pantas bersama nya, tidak pantas memiliki dia dan adanya, ambillah...
dan semoga dia akan lebih bahagia tanpa saya..
kemudian berikanlah saya rasa ikhlas yang bertambah, rasa sabar yang meluap dan rasa syukur yang penuh.
Untuk menerima keputusanmu.
Ternyata menyakiti lebih sakit daripada disakiti...
Maafkan aku ....
Semoga kamu selalu baik baik saja, walaupun tanpa aku disana.
maafkan aku yang mengingkari janji untuk tidak pernah meninggalkanmu..
Maaf..
Kamis, 21 Oktober 2010
Sungguh Lama ... Matahari
Empat tahun itu lama Matahari, tidak mudah ketika harus berjalan sendirian dengan langkah ragu-ragu dan pikiran menerka-nerka, aku ingin kamu ada. Selalu ingin kamu ada. Kamu tidak tahu betapa gelap aku tanpa kamu yang lembut dipagi hari, berlimpah di siang hari dan menatap dari jauh ketika malam.
Aku ingin kamu tahu, tapi tidak tahu bagaimana cara membuat kamu tahu. Kamu membuat cerita ini selayaknya perasaan yang tidak bersambut. Kamu membuat aku jadi makhluk yang mencoba memaksa jadi optimis, menekuri setiap detikan jarum jam yang membahana dalam hening ini.
Ya, kamu tidak mengerti. Kamu selalu tidak mengerti dan tidak pernah mencoba untuk mengerti akan ribetnya buih serupa air yang kelamaan dibiarkan di atas kompor dan berdiam dalam hati. Kamu tidak mengerti ketakutan-ketakutan itu. Kamu tidak mengerti rasa bersalah yang menggerogoti aku perlahan dan membuat aku jadi semakin tidak berarti. Tentang kamu, tentang bayang-bayang itu, dan berakhir dengan aku.
Semua melebur dalam kata terserah. Ini benar, ketika aku ingin kamu ada sedangkan kamu terlalu jarang ada… kekecewaan itu telah berubah menuju ketidakpedulian. Aku jadi tidak peduli eksistensi dan keadaanmu. Tidak ada yang mesti di pedulikan. Seperti yang pernah kamu bilang, kamu jadi tidak penting, kamu memang tidak penting. Aku membenarkan. Kamu jadi sesuatu yang benar-benar kehilangan arti di mulut tapi menempati porsi paling besar di lorong hati, mungkin aku tidak benar-benar bisa mentarjemahkannya dalam lisan. Aku menyesal karena semuanya jadi memburuk tepat di titik ketika aku ingin mengambil sekrup, obeng, tang dan segala yang dibutuhkan untuk memperbaiki.
Yang aku tahu banyak butuh waktu untuk kita bisa jadi satu, melebur seperti tanah liat yang ditemplok sesukanya untuk menakar seberapa banyak sebelum dijadikan sebuah guci. Ya, kita salah satu dari bahan-bahan itu. Mungkin aku tanah liatnya, mungkin kamu pasirnya… atau apalah.. entah jika diteruskan aku akan jadi semakin sok tahu tentang pembuatan sebuah guci ketimbang perajinnya.
Empat tahun itu lama, Matahari… Dan aku mengurung sebagian diriku dalam diammu, menggembok hatiku setelah mengosongkan dan mengizinkan cuma kamu saja yang masuk di ruang hampa itu. Mencoba berdamai dengan waktu, dengan aku…… dengan kehilangan akan binarmu.
Dikutip dari sebuah Novel ecek-ecek :) Entah berapa belas tahun, atau puluhan tahun lagi bisa di temukan di Rak Best Seller ..